Sabtu, 17 Maret 2012

LOTIM : 1.416 Rumah Rusak Diterjang Banjir Bandang


Sebanyak 1.416 rumah rusak akibat terjangan banjir bandang di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, sejak Selasa (13/3/2012) hingga Sabtu (17/3/2012).

Wartawan Antara di lokasi kejadian, Sabtu, melaporkan data yang diperoleh dari Kantor Camat Sambelia menunjukkan dari 1.416 rumah yang rusah tersebut, 336 di antaranya rusak berat dan 1.080 rusak ringan.

Ribuan rumah yang rusak tersebut tersebar di 10 desa di Kecamatan Sambelia, yakni Desa Labuhan Pandan satu rusak berat dan 47 rusak ringan, Desa Sambelia satu rusak berat dan 26 rusak ringan, Desa Dadap 585 rusak ringan, Desa Dara Kunci 305 rusak berat dan 24 rusak ringan.



Sementara di Desa Senanggalih sebanyak tiga rumah rusak ringan, Desa Sugian enam rusak berat dan 393 rusak ringan, Desa Bagik Manis tiga rusak berat dan dua rusak ringan, sedangkan di Desa Belanting, Madayin dan Desa Obel-obel masih dalam tahap pendataan.

Menurut Camat Sambelia Parihin, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur sudah mempertimbangkan untuk membantu perbaikan rumah rusak berat atau yang tersapu banjir bandang. "Pemerintah pasti akan membantu perbaikan rumah warga yang rusak berat. Namun untuk saat ini kami masih mendata dulu," ujarnya.

Selain menyebabkan kerusakan rumah, kata dia, banjir bandang tersebut juga menyebabkan kerusakan jalan kabupaten sepanjang 1.500 meter, jalan desa 3.100 meter dan jalan provinsi di Dusun Dara Kunci, Desa Dara Kunci, sepanjang 50 meter. Lima jembatan juga hancur, terdiri atas satu jembatan provinsi, empat jembatan kabupaten dan satu jembatan desa.
Sementara data sawah yang rusak hingga Sabtu pukul 12.00 Wita mencapai 164,28 hektare dan ladang 0,5 hektare. Sawah yang rusak tersebut ditanami padi dan jagung.

Bencana alam tersebut juga merusak saluran irigasi sepanjang 1.650 meter di Desa Labuhan Pandan 400 meter, Desa Sambelia 50 meter, Desa Dara Kunci 1.150 meter dan Desa Bagik Manis sepanjang 50 meter.
"Masalah kerugian para petani pasti akan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, namun untuk saat ini kami masih fokus menangani masalah warga yang masih berada di posko pengungsian," kata Parihin.
***
Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar