Kamis, 08 April 2010

Kekeringan di NTB: Total Tanaman Puso Mencapai 5.900 Hektar


Dampak kekeringan yang terjadi pada tahun 2010 ini benar-benar menyusahkan petani. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB mencatat, di seluruh NTB total tanaman yang mengalami puso akibat kekeringan mencapai 5.900 hektar.
Itu total semua kabupaten untuk semua jenis tanaman, mulai jagung, padi dan lainnya,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Ir. Pending Dadih Permana, ME.C. Dev., di Mataram.
Khusus untuk padi, disebutkan, total areal yang puso seluas 2.700 hektar. Semuanya di daerah tadah hujan dan padinya padi gogo. Sementara, memasuki pertengahan Maret 2010 lalu, panen di beberapa daerah yang irigasinya irigasi teknis sudah mulai. Produksi padi di areal pertanian dengan irigasi teknis mencapai 19 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di semua kabupaten/kota, luas lahan yang gagal panen diyakini Dadih masih kecil. Disebutkan, total yang puso berat baru 0,72 persen saja dari luas tanam.
Meskipun masih kecil, disadari di sana ada kehidupan. Sehingga ancaman kekeringan itu menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian serius. “Ini bencana,’’ cetusnya. Antisipasinya, cadangan benih nasional (CBN) akan diupayakan. ‘’Saat ini jajaran pemerintah provinsi sedang menunggu usulan riil dari kabupaten untuk selanjutnya akan dilanjutkan ke tingkat nasional.’’
Mengingat fenomena iklim el-nino yang panjang dalam tahun 2010 ini diharap Dadih petani bisa menyadarinya. Yakni dengan tidak memaksakan diri untuk menanam padi. Disarankan Dadih, saat ini lebih tepat menanam palawija saja. “Tanam kacang hijau jangan tanam padi,” tegasnya mengingatkan.
Daerah tadah hujan, pesannya, jangan coba-coba tanam padi. Adapun daerah yang masih memungkinkan airnya, lebih disarankan Dadih menanam jenis tanaman yang usianya pendek. ‘’Tanam padi yang umurnya pendek. Seperti impari atau dodokan yang umurnya hanya 85 hari,’’ sarannya.
Kalau kacang hijau cukup 57 hari. Terkait harga, petani diyakinkan tidak perlu khawatir. Kacang hijau bahkan harga perkilogramnya lebih mahal dari padi. Saat ini harga kacang hijau mencapai Rp 7 ribu/kg. Bahkan lebih mahal dari kedelai yang saat ini hanya Rp 3-4 ribu/kg. Produksinya pun bisa sangat bagus, menembus 1,4 ton/hektar.
Ditambahkan, dengan menanam jenis tanaman yang umurnya pendek seperti kacang hijau itu diyakini juga akan jauh lebih menguntungkan dari segi proses menanam. Pemupukan tidak terlalu banyak seperti pada padi. Sehingga dalam menghadapi fenomena iklim siklus tiga tahun sekali ini, harapannya petani bisa lebih bijak memilih tanaman.
***
sumber: suarantb.com




Tidak ada komentar:

Posting Komentar