Senin, 08 Maret 2010

Mereka yang Pertama Kali Merasakan Jilatan Api Neraka

Dikirim oleh : LM. Gufroni AR.
(Alumni/Mantan Ketua KSR-PMI Unit Unversitas Mataram)
----

Dalam sebuah riwayat disebutkan ihwal orang yang pertama kali merasakan jilatan api neraka:

“Manusia yang pertama kali diadili di hari Kiamat ialah orang yang mati di medan perang. Ia didatangkan kemudian Allah mengenalkan nikmat-nikmatNya kepadanya dan ia pun mengakuinya. Allah bertanya, ‘Apa yang engkau lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Orang itu menjawab, ‘Aku berperang di jalan-Mu hingga aku terbunuh sebagai syahid.’ Allah berfirman, ‘Kamu berbobong, kamu berperang agar dikatakan sebagai seorang pemberani dan benar kamu dikatakan sebagai pemberani.’ Orang itu diperintahkan untuk dibawa dan diseret hingga dijebloskan ke dalam neraka.

Juga orang lain yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membawakan Al Qur’an. Orang itu didatangkan, kemudian Allah mengenalkan nikmat-nikmatNya kepadanya dan ia pun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Apa yang kamu lakukan dengan nikmat-nikmat tersebut?’ Orang itu menjawab, ‘Aku mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Al Qur’an di jalan-Mu.’ Allah berfirman, ‘Kamu berbohong, kamu mempelajari ilmu agar disebut sebagai orang alim dan membaca Al Qur’an agar disebut sebagai qori’. Itu benar telah dikatakan kepadamu.’ Orang itu diperintahkan untuk dibawa dan diseret hingga dijebloskan ke dalam neraka.

Juga orang yang diberi kemudahan oleh Allah dan memberinya berbagai macam harta. Orang itu didatangkan kemudian Allah memperkenalkan nikmat-nikmatNya kepadanya dan ia pun mengakuinya. Allah berfirman, ‘Apa yang kamu lakukan dengan nikmat-nikmat itu?’ Orang itu menjawab, ‘Aku tidak pernah meninggalkan satu jalan yang Engkau sukai bila harta diinfakkan di jalan tersebut melainkan aku menginfakkan harta di dalamnya.’ Allah berfirman, ‘Kamu berbohong, kamu berbuat seperti itu agar kamu dikatakan sebagai orang dermawan dan benar kamu telah dikatakan sebagai orang dermawan.’ Orang itu diperintahkan untuk dibawa dan diseret hingga dijebloskan ke dalam neraka.”

(HR. Muslim (no. 1905), Ahmad (2/322), An Nasa’i (6/23) dengan redaksi ini. Adapun redaksi yang lain dimana terdapat kisah Muawiyah di dalamnya diriwayatkan At-Tirmidzi (no. 2382) beliau menghasankan, dan Ibnu Hibban (no. 408) beliau menshohihkannya).
***
sumber : facebook.com/pengusahamuslim





1 komentar:

  1. termasuk yg ngaku ingin jadi relawan sejati dengan masuk KSR ternyata niatnya hanya ingin cari jodoh, kena gak nih om ?? hehehe..

    BalasHapus